
TORAJA,PGI.OR.ID-Penutupan Pertemuan Raya (Praya) Persekutuan X Pemuda Gereja Toraja (PPGT) diawali dengan ibadah minggu, di objek wisata Ne’ Gandeng, Kecamtan Balusu, Toraja Utara, Minggu (1/10). Seluruh peserta Praya ke-10 mengikuti dengan hikmah ibadah yang dipandu delapan pendeta Gereja Toraja.
Bacaan Alkitab yang dibacakan dalam ibadah penutupan itu terambil dari Yehezkiel 18:1-4, 25-32, Filipi 2 : 1-13, dan Matius 21 : 23-32. Ibadah penutupan itu dirangkaikan Perjamuan Kudus Sedunia serta Hari Pekabaran Injil Indonesia.
“Hari ini di seluruh dunia melakukan perjamuan kudus untuk kembali mengingat hakekat hidup beriman dalam Yesus Kristus, serta mengokohkan kembali kebersamaan dalam menyampaikan kabar sukacita kepada orang lain,” ujar Ketua Umun PPGT Pdt Feri Hendra.
Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan juga hadir dalam penutupan event Pemuda Gereja Toraja nasional itu.
Event lima tahunan ini diikuti 15 ribu pemuda, dan akan dilaksanakan kembali pada tahun 2022 mendatang. Pada penutupan itu juga diumumkan rapat kerja V PPGT di Klasis Mamuju, Sulawesi Barat, tanggal 20 sampai 28 Oktober 2017.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Pada hari yang sama, PPGT menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Sekretaris Panitia Praya X PPGT, Pdt Meisel P Basongan, memimpin langsung 15 ribu pemuda Gereja Toraja ini memperingati hari bersejarah ini.
Diawali lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta Praya X PPGT, dilanjutkan pembacaan Pancasila dan UUD 1945. “Jangan hanya jago dimedsos cinta Pancasila. Hari ini hari kesaktian Pancasila, ayo pemuda Gereja Toraja tunjukkan rasa cinta dan pengabdianmu kepada Pancasila,” ujarnya.
Upacara sederhana ini turut dihadiri personel Polri, TNI, dan Satpol PP. (TribunToraja.com)