Pembukaan Sidang Sinode GMIH XXVIII

Pemukulan gendang oleh Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat Lebang, Ketua Umum Sinode GMIH Pdt. Anton Piga, dan Bupati Halmahera Timur H. Rudy Erawan, SE, M.Si

HALMAHERA,PGI.OR.ID-Sidang Sinode Gereja Masehi Injili Halmahera (GMIH) XXVIII telah dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat Lebang yang ditandai dengan pemukulan gendang, di Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara, pada Kamis (14/9). Persidangan kali ini mengusung tema Tuhan Mengangkat Kita dari Samudera Raya.

Pembukaan diawali dengan prosesi menuju gedung baru yang disebut Gereja Sentral Halmahera Utara, sekaligus peresmian/penahbisan gedung tersebut. Dan dilanjutkan dengan ibadah.

Ketua Umum PGI dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dibukanya Sidang Sinode GMIH, dan sekaligus berharap menghasilkan keputusan yang mendewasan iman jemaat di tengah-tengah jaman. “Semoga dapat bertumbuh yang memanggil menjadi satu tubuh. Diajak untuk melakukan perdamaian dan keadilan di tengah jaman. Bersyukur dalam perjalanan GMIH dalam suka dan duka cita. GMIH tetap dipanggil menjadi rekan sekerja Allah,” katanya.

Pdt. Dr. Henriette Hutabarat Lebang saat menyampaikan sambutan

Lebih lanjut Pdt. Ery, panggilan akrab Ketua Umum PGI, berharap sidang ini juga dituntun agar mengambil keputusan demi keutuhan kesaksian GMIH, yang sangat penting dalam melayani masyarakat di Halmahera.

“Rekonsiliasi atau pendamaian membutuhkan ketebahan hati untuk saling mengampuni dan menerima. Hal ini merupakan kesaksian bagi kita. Kalau dalam bahtera ada gelombang adalah yang harus dibuang. Namun perlu bicara bersama sebagai saudara agar bisa mengatasi. Gereja harus ke luar dari zona aman, Tuhan mengutus kita untuk kesejahteraan masyarakat. Gereja dengan fasilitas mewah juga semoga membangkitkan iman jemaat, mendamaikan sesama yang penuh persahabatan, dan jangan dibatasi oleh tembok tembok gereja. Dalam terang Injil harus positif dan realistis tapi juga harus kritis dan konstruktif untuk membangun bangsa dan negara,” jelasnya.

Ketua Umum PGI juga menyinggung tema Sidang Sinode GMIH yang diambil dari tema Sidang Raya PGI di Nias. Tema tersebut, menurutnya, hendak mengajak gereja-gereja di Indonesia untuk tetap menjalani panggilannya di tengah masyarakat majemuk, sekalipun menghadapi gelombang hidup dan bencana alam karena Tuhan akan tetap menyertai dan mengangkat kita dari berrbagai perrgumulan hidup.

Pembukaan Sidang Sinode GMIH juga dihadiri sejumlah tokoh Maluku Utara baik lintas iman maupun denominasi gereja. Tak lupa sajian tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.