
PGI.OR.ID – Eukumindo atau European Working Group for Ecumenical Relations with Indonesia merupakan Kelompok Kerja Eropa untuk Hubungan Oikoumenis dengan Indonesia, yang didirikan pada 1962 sebagai KKKMI (Continental Commission for Church and Mission in Indonesia), dan resmi terdaftar sebagai Eukumindo pada tahun 1974.
Anggota Eukumindo mencakup organisasi-organisasi misi gereja yang ada di Belanda, Jerman, Swiss, Inggris dan Irlandia. Organisasi-organisasi misi ini bertemu dalam General Assembly atau Majelis Umum sekali setahun untuk membahas berbagai issu terkait dengan Indonesia dan bagaimana organisasi misi yang ada di Eropah bisa bekerja-sama dengan gereja-gereja di Indonesia menghadapi masalah tersebut.
Pada saat General Assembly tersebut, mereka juga menetapkan program, anggaran serta kontribusi dari setiap anggota untuk mendukung program tersebut. Pada saat yang sama juga dipilih Executive Committee (ExCom). ExCom ini terdiri dari 5 anggota, bertemu 3 kali setahun. Pertemuan ExCom ini sekaligus juga mempersiapkan pertemuan tahunan General Assembly, yang berfungsi sebagai forum untuk mendiskusikan perkemabangan terkini Indonesia, terutama yang berkaitan dengan misi.
Tema-tema yang relevan – baik untuk Eropa maupun Indonesia – dipersiapkan dalam berbagai sesi pada saat General Assembly, dan partisipasi yang luas dari masyarakat Indonesia juga diupayakan. Selain dihadiri oleh Pimpinan PGI, General Assembly juga biasanya menghadirkan seorang expert dari Indonesia untuk memperkaya diskusi. Secara teratur juga diundang, dan sering hadir, tamu dari WCC, LWF, WARC, EKD, NCC Australia, NCC USA, EED, EMW, dan berbagai lembaga yang berhubungan dengan Indonesia. Hal ini dilakukan dalm bentuk “Study Day” dalam rangkaian General Assembly tersebut, sebagai platform pertukaran pikiran, informasi dan pengalaman untuk masalah Indonesia, dalam kaitannya dengan misi. Topik-topik tertentu diangkat dan dielaborasi dalam “Study. Day” tersebut, masing-masing dengan fokus yang berbeda. Proses dari seri “Study Day” tersebut telah dipublikasikan dalam bentuk buku.
Mitra utama Eukumindo di Indonesia adalah Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Kemitraan ini mencakup koordinasi dukungan keuangan oleh anggota, serta terus menerus dengan masalah dasar kepengurusan. Hubungan yang terbatas dan sementara dengan gereja-gereja Indonesia individu atau proyek yang mungkin. Eukumindo mengambil bagian dalam melaksanakan program misionaris khusus.
Eukumindo berfungsi sebagai forum komunikasi, pertukaran informasi, diskusi, evaluasi kegiatan dan persekutuan yang berkaitan dengan semua isu yang diangkat baik oleh anggota atau oleh PGI. Eukumindo telah terbukti berada dalam posisi untuk bertindak atas nama organisasi yang mengalami gangguan hubungan (sementara) dengan Indonesia, pada waktu lampau. Eukumindo bisa beroperasi di bidang-bidang tertentu, jika dan selama itu dipandang perlu oleh anggota dan PGI.
Sejak awal Eukumindo telah memberikan perhatian serius terhadap hal-hal kritis menyangkut upaya menuju saling pengertian yang lebih baik dalam hubungan antara Indonesia dan gereja-gereja Eropa. Di masa krusial Eukumindo juga mengungkapkan pandangannya tentang isu-isu pembakaran gereja, masalah Timor Timur, Papua, dan konflik di Maluku, Halmahera, Poso, Kalimantan dan Aceh. Beberapa pernyataan dan pokok pikiran telah disampaikan dalam bentuk makalah atas berbagai issu tersebut. Pada masa pemerintahan “Orde Baru”, Eukumindo telah terlibat dalam isu-isu hak asasi manusia.
“Eukumindo adalah sebuah badan yang terbuka, yang memungkinkan setiap gereja dan organisasi misi di Eropa memperluas kerjasama mereka dengan gereja-gereja dan organisasi gereja di Indonesia sekalipun mereka tidak memiliki hubungan bilateral dengan gereja atau organisasi gereja di Indonesia……. Kami melakukan pekerjaan sebanyak mungkin dengan struktur organisasi sesedikit mungkin”, demikian diungkapkan Christian Wagner, Sekretaris Eukumindo, pada Maret 2012.
Pada saat ini Pengurus (ExCom) Eukumindo adalah sebagai berikut:
- President: Sonia Parera
- Wakil Presiden: Hans Heinrich
- Sekretris: Christian Wagner
- Wakil Sekretaris: Henk Venema
- Bendahara: Hub Lemb.