PRB-PGI Lakukan Pendampingan Pembuatan Minyak Kelapa dan Keripik di Jemaat GPID dan GKST Kabupten Sigi, Sulawesi Tengah

Proses pembuatan minyak kelapa di GPID Jemaat Filadelfia Lakuta, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (25/8).

SIGI.PGI.OR.ID-Tindak lanjut program pemberdayaan pemulihan ekonomi jemaat, Unit PRB-PGI Palu melakukan pendampingan pembuatan minyak kelapa. Kegiatan yang menghadirkan fasilitator Ilham Ari Wibadi, pengusaha petanian  organik dan minyak kelapa ini, dilaksanakan di GPID Jemaat Filadelfia Lakuta, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (25/8).

“Ibu-ibu memiliki semangat dan antusias untuk mengikuti dan mendengarkan materi yang diberikan karena menemukan banyak hal baru dalam pembuatan minyak kelapa terutama tips-tips khusus agar tahan tengik, tahan lama dan kualitasnya layak jual,” kata Ilham Ari Wibadi.

Setelah menerima materi, para peserta langsung melakukan praktek dan hasil minyak kelapa yang dipraktekan jauh berbeda dengan hasil minyak kelapa yang selama ini dibuat oleh ibu-ibu. “Dari soal rasa, aroma dan kejernihan sangat berbeda dengan apa yang kami buat sebelumnya,” ujar Suliana, salah satu anggota kelompok minyak kelapa di Lakuta, kepada Tim PRB-PGI.

Selain pelatihan membuat minyak kelapa, PRB-PGI juga melaksanakan kegiatan mendampingi kelompok ibu-ibu membuat keripik pisang dan keripik toritila, yang digelar di GKST Imanuel Siroa, Minggu (30/8). Usai ibadah Minggu, para kelompok ibu-ibu di GKST Jemaat Imanuel Siroa langsung mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan keripik pisang dan keripik toratilla.

Dalam praktek ini, kelompok ibu-ibu terbagi menjadi dua bagian, sebagian dalam proses pembuatan keripik pisang, sebagian lagi dalam proses pembuatan keripik toratilla. Dari kedua ini, yang membutuhkan waktu cukup lama ialah pembuatan keripik toratilla. Keripiki toritila merupakan kiripik yang dibuat dari bahan umbi-umbian seperti singkong, keladi, dan ubi ungu. Proses pembuatan memerlukan waktu kurang lebih dua hari karena memerlukan tahap penjemuran sehingga keripik ini sangat garing dan memberikan rasa yang sangat enak untuk dinikmati.

Kelompok Ibu-ibu di GKST Jemaat Imanuel Siroa sangat bersyukur mendapat bantuan dari PRB-PGI melalui dukungan dari Presbyterian Chruch Ireland, karena dapat memberdayakan Ibu-ibu yang ada di Jemaat untuk aktif dan lebih terampil dalam kegiatan pemulihan ekonomi jemaat pasca bencana 28 September 2018 yang lalu. Bahan-bahan baku yang digunakan dalam pembuatan keripik ini seperti pisang dan ubi sangat mudah didapatkan karena merupakan hasil pertanian di Jemaat ini.

“Kami mengharapkan setelah praktek ini, PRB-PGI dapat melaksanakan pelatihan pembuatan keripik dengan fasilitator yang sudah sangat berpengalaman, sehingga kami terus terlatih dan mendapatkan pengalaman serta ilmu yang baru lagi dalam pembuatan keripik ini,  dan tentunya kripik yang kami akan memberikan cita rasa yang baik, gurih dan kualitasnya sesuai dengan yang dipasaran nantinya,” ujar Evi.

Keesokkan harinya, Senin (31/8), salah satu kelompok pertanian yang ada di GKST Jemaat Imanuel Siroa melakukan penanaman benih Jagung NK Sumo yang telah didistribusikan beberapa pekan yang lalu. Kegiatan penanaman benih jagung ini dilakukan secara Mapalus (gotong royong) oleh anggota jemaat. Anggota kelompok lainnya ada yang akan mulai melakukan penanaman bibit pada Minggu depan.

 

Pewarta : Winda Christiyanti